Manifesto of the Communist Party by Karl Marx and Frederick Engels. February Written: Late ;. First Published: February ;. Source: Marx/Engels. in Relation to the Various Existing Opposition Parties · Appendix: Prefaces to Various Language Editions. Download: Audio, Word, epub, prc, PDF. The history of hitherto existing society is the history of class struggles. - Marx and Engels, The Communist Manifesto. Page 3. Karl Marx (). Friedrich.

Author:LEONIDA TIMMERMAN
Language:English, Spanish, Japanese
Country:Micronesia
Genre:Health & Fitness
Pages:478
Published (Last):01.06.2016
ISBN:572-3-78957-555-8
Distribution:Free* [*Register to download]
Uploaded by: DEMETRA

73473 downloads 131843 Views 24.85MB PDF Size Report


Manifesto Komunis Pdf

The Communist. Manifesto ( ), Marx telah mengungkap slogan: . kapitalisme dan kewujudan masyarakat tanpa kelas (komunisme). Selain itu, Marx. ruthenpress.info, ruthenpress.info Manifesto of the Communist Party. Manifesto Partai Komunis. Bahasa Indonesian. 1 — German download PDF Mb. The Communist Manifesto is an political pamphlet by the German philosophers Karl Marx .. Create a book · Download as PDF · Printable version .

Di zaman Orde Baru, tuduhan komunis jelas bukan perkara main-main, karena itu bisa berarti kematian hak-hak sipil dan politik serta hak ekonomi, sosial dan budaya bagi si tertuduh. Karena itu, setelah kejatuhan rezim orba, seluruh elemen pro-demokrasi berusaha sekuat mungkin untuk tidak menggunakan kata komunis sebagai alat untuk memojokkan lawan-lawan politiknya. Pertama, karena faktor kesejarahannya yang berdarah dan brutal tersebut; dan kedua, karena memang telah terjadi pemutarbalikkan dan penjungkirbalikkan yang luar biasa terhadap sejarah gerakan dan pemikiran komunis itu sendiri. Tentu saja tetap ada yang getol menggunakan kata komunis untuk menyerang atau menyingkirkan lawan politiknya. Siapa mereka? Tidak lain adalah tentara dan kalangan Islam Politik. Tapi, sejauh ini tuduhan-tuduhan komunis itu sudah dianggap sebagai lelucon belaka, sebuah cara berpolitik yang tak beradab. Mereka yang menuduh lawan politiknya sebagai komunis, pasti si penuduh dianggap sebagai politisi yang goblok dan tukang konspirasi. Karena itu, saya heran mengapa Ahok berani sekali mengumbar kata-kata komunis dalam pertemuan-pertemuan resminya. Apalagi, pemahaman Ahok akan komunisme itu sepenuhnya salah. Ia mendefinisikan komunis bukan berdasarkan pada sebuah telaah teoritik yang mendalam, melainkan hasil dari logika utak atik gathuk-nya. Logika ngawur Ahok itu begini: A: Tanah milik negara legal. B: Warga menduduki tanah negara legal tersebut secara illegal. Kalau melihat usianya, yang kira-kira sekitar 40an tahun, maka bisa dipastikan pemahaman Ahok akan komunisme itu hasil didikan rezim orba.

German Confederation. Karl Marx Friedrich Engels. Reasonator Scholia Statistics. Marx kaj F. Subcategories This category has the following 2 subcategories, out of 2 total. Pages in category "Communist Manifesto" This category contains only the following page.

C Communist Manifesto. Media in category "Communist Manifesto" The following 36 files are in this category, out of 36 total.

Det kommunistiske manifest. Grafiti Valpo pasaje Ludford Kommunistiska manifestet Komunisticni manifest Idrija Manifest der kom Partei Manifeste du parti communiste par Karl Marx et Fr. Manifeste du Parti communiste. Manifesto comunista capitulo I.

Manifesto comunista. Seorang filsuf Jerman, Immanuel Kant , membuat dobrakan pertama dalam cara-cara mekanis lama dengan penemuannya bahwa Bumi dan tata surya ada karena suatu proses, dan bukannya sudah ada sepanjang masa. Hal yang sama juga berlaku pada geografi, geologi, tanaman dan binatang.

Ide revolusioner Kant ini dikembangkan secara komprehensif oleh pemikir Jerman yang brilian lainnya, George Hegel Hegel,Sains Logika Hegel melihat dunia bukan sebagai partisipan aktif dalam masyarakat dan sejarah manusia, namun sebagai filsuf, yang merenungkan kejadian-kejadian dari jauh. Ia memasang dirinya sebagai mistar bagi dunia, menginterpretasi sejarah menurut prasangka-prasangkanya sebagai sejarah pemikiran, dunia sebagai dunia gagasan, sebuah Dunia Ideal.

Maka untuk Hegel, masalah-masalah dan kontradiksi-kontradiksi dikedepankan bukan dalam wujud-wujud nyata namun dalam wujud pikiran, dan karena itu bisa mencari penyelesaiannya dalam wujud pemikiran. Bukannya menyelesaikan kontradiksi dalam masyarakat oleh aksi manusia, oleh perjuangan kelas, mereka malah menemukan solusinya dalam kepala sang filsuf, dalam Ide Absolut! Bagaimanapun juga, Hegel menyadari kesalahan-kesalahan dan kekurangan dari pandangan mekanistik yang lama.

Ia juga menunjukkan kekurangan logika formal dan bekerja untuk menciptakan pandangan dunia baru yang dapat menjelaskan kontradiksi-kontradiksi perubahan dan gerakan. Lihat di bawah. Walaupun Hegel menemukan kembali dan menganalisis hukum-hukum pergerakan dan perubahan, idealismenya memutarbalikkan segalanya. Kritik dan perjuangan para Hegelian Muda, dipimpin oleh Ludwig Feuerbach, berusaha mengoreksi dan menempatkan filsafat kembali berdiri tegak.

Tugas ini dibebankan kepada Marx dan Engels, yang dapat menyelamatkan metode dialektis dari cangkang mistisnya. Dialektika Hegelian digabungkan dengan materialisme modern demi menciptakan pemahaman dialektika materialisme yang revolusioner. Apa itu dialektika? Kita telah melihat bagaimana materialisme modern adalah konsep bahwa benda itu utama dan pemikiran atau ide-ide adalah produk dari otak. Tetapi apa itu pemikiran dialektis atau dialektika? Metode pemikiran dialektis sudah ada jauh sebelum Marx dan Engels mengembangkannya secara ilmiah sebagai metode untuk memahami evolusi masyarakat.

Zaman Yunani Kuno menghasilkan sejumlah pemikir dialektis yang hebat, termasuk Plato, Zenon dan Aristoteles. Mengutip dari Plato,Cratylus Pernyataan ini telah mengandung pemahaman dasar dialektika bahwa semua hal di alam ada dalam keadaan berubah terus-menerus, dan bahwa perubahan ini terjadi melalui serangkaian kontradiksi. Dialektika mengungkapkan karakter transisional dari semua hal dan dalam semua hal: tidak ada satu hal pun yang statis kecuali proses tak-terinterupsi untuk menjadi ada dan menjadi tidak ada, untuk naik terus dan terus dari bawah ke atas.

Dan filsafat dialektis tidak lebih dari sekedar cerminan dari proses ini dalam otak yang berpikir. Namun mereka tidak sanggup membawa antisipasi ini menuju kesimpulan logisnya karena rendahnya perkembangan alat-alat produksi, dan kurangnya pengetahuan yang rinci tentang cara kerja alam semesta.

Gagasan-gagasan mereka memberikan gambaran umum yang kurang lebih tepat, tetapi lebih sering dalam bentuk tebakan-tebakan yang pintar dan bukannya teori yang ditelaah secara ilmiah. Untuk membawa pemikiran manusia lebih jauh, metode-metode lama ini perlu ditinggalkan supaya bisa memahami alam semesta, dan perlu lebih fokus pada tugas-tugas lebih kecil dan lebih membosankan seperti mengumpulkan, menyisihkan, dan menamai sekumpulan fakta, menguji teori-teori dengan percobaan, mendefinisikan, dll.

Pendekatan yang empiris, eksperimental, dan faktual ini memberikan loncatan yang begitu besar pada pemikiran manusia dan sains. Penyelidikan terhadap cara kerja alam sekarang dapat dilakukan secara ilmiah, dengan menganalisis setiap masalah dan menguji setiap kesimpulan.

Namun dalam prosesnya, kita kehilangan kemampuan lama untuk mendekati hal-hal dalam keterhubungannya, dan bukannya terpisah, dalam proses bergeraknya, dan bukannya statis, dengan kehidupannya, dan bukannya dalam kematiannya.

Pendekatan ini masih mendominasi filsafat dan sains kapitalisme modern.

Tetapi fakta tidak bisa memilih dirinya sendiri. Mereka harus dipilih oleh manusia. Urutan penataan mereka, dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari mereka bergantung pada prasangka yang sudah ada dalam diri seseorang. Dialektika tidak hanya berkutat dengan fakta, namun juga dengan fakta-fakta dalam saling keterhubungannya, misalnya prosesnya, tidak hanya dengan gagasan-gagasan yang berdiri sendiri-sendiri, namun dengan hukum-hukum, tidak hanya dengan yang partikular, namun dengan yang umum.

Pemikiran dialektis dapat dibandingkan dengan metafisika sebagaimana film dapat dibandingkan dengan foto. Mereka tidak saling meniadakan, namun saling melengkapi. Walaupun begitu, kenyataan ditangkap dengan lebih lengkap dan lebih jujur dalam sebuah film. Kekurangan fundamental dari cara berpikir seperti ini adalah ketidakmampuannya untuk membayangkan gerakan dan perkembangan, dan penolakannya terhadap segala kontradiksi.

Namun, gerakan dan perubahan mengimplikasikan kontradiksi. Ahli metafisika berpikir dalam antitesis yang tak terdamaikan… Baginya suatu hal itu ada atau tidak ada: suatu hal tidak mungkin, pada saat yang sama, menjadi dirinya sendiri dan juga menjadi sesuatu hal yang lain.

Positif dan negatif secara mutlak saling meniadakan: sebab dan akibat berdiri dalam antitesis yang kaku satu sama lain. Pada titik manakah hidup manusia dimulai? Pada titik manakah hidup manusia berakhir?

Kematian, juga bukanlah sebuah kejadian yang sederhana. Kita menginjak dan tidak menginjak ke dalam arus sungai yang sama: kita ada dan tidak ada.

Partai Komunis Amerika Serikat

Aristoteles merupakan orang pertama yang mengembangkan hukum-hukum logika formal, dan sistem penalarannya telah diterima oleh para ahli metafisika dari masa ke masa sebagai satu-satunya metode pemikiran ilmiah yang benar. Ini cukup mudah dibuktikan jika kita memandang dua huruf ini di bawah lensa - mereka cukup berbeda satu sama lain. Namun, orang bisa saja berkeberatan, bahwa pertanyaannya bukan mengenai ukuran atau bentuk dari huruf-huruf ini, karena mereka hanya simbol untuk jumlah kuantitas yang setara, semisal satu kilogram gula.

Keberatan ini tidaklah relevan - dalam kenyataannya satu kilogram gula tidak akan pernah setara dengan satu kilogram gula - sebuah timbangan yang lebih akurat akan selalu menunjukkan perbedaannya.

Lagi-lagi seorang bisa berkeberatan; namun satu kilogram gula itu setara dengan dirinya sendiri. Namun ini pun tidak tepat - semua hal terus berubah tanpa henti dalam ukuran, berat, warna, dll. Mereka tidak pernah sama dengan dirinya sendiri.

Tetapi semua hal eksis dalam waktu: dan eksistensi itu sendiri adalah sebuah proses perubahan yang terus-menerus: waktu adalah elemen fundamental dalam eksistensi. Pada kenyataannya mereka memiliki signifikansi yang menentukan. Sebagai contoh, bagaimana pembeli dan penjual memahami satu kilogram gula. Kita pun memahami suhu matahari seperti itu.

Manifesto Komunis - Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas

Hingga akhir-akhir ini kita memahami daya beli mata uang dolar dengan cara yang sama. Namun perubahan kuantitatif yang melampaui suatu batas tertentu berubah menjadi kualitatif. Satu kilogram gula yang dicampur dengan air atau kerosin berhenti menjadi satu kilogram gula. Satu dolar yang digenggam seorang presiden berhenti menjadi satu dolar. Untuk menentukan momen yang tepat, titik kritis di mana kuantitas berubah menjadi kualitas adalah salah satu tugas paling penting dan sulit dalam semua ranah ilmu pengetahuan, termasuk sosiologi.

F Hegel, Hegel, salah satu orang pada zamannya dengan pengetahuan seperti ensiklopedia, mengkritik secara terperinci bentuk-bentuk penalaran formal, dan menunjukkan batasan-batasan dan keberpihakannya. Hegel menciptakan analisis pertama yang benar-benar lengkap mengenai hukum-hukum dialektika, yang dijadikan dasar Marx dan Engels dalam mengembangkan teori materialisme dialektis mereka.

Dalam sistem ini - dan di sinilah kita temui keunggulannya- untuk pertama kalinya seluruh dunia, yang alami, historis, intelektual, disajikan sebagai suatu proses, yakni dalam pergerakan, perubahan, transformasi, perkembangan yang konstan; dan muncullah usaha untuk menyusuri hubungan-hubungan internal yang membangun keseluruhan gerakan dan perkembangan ini secara berkesinambungan.

Dari sudut pandang ini, sejarah umat manusia tidak lagi tampak seperti keruwetan kekejaman yang tak bermakna, sebagai hal yang patut dikutuk dari tahta filsafat dan nalar, dan yang lebih baik dilupakan secepatnya, namun sebagai proses evolusi manusia itu sendiri. Sekarang tugas kaum intelektual adalah untuk mengikuti alur proses ini setahap demi setahap melewati semua liku-likunya yang berkelok dan untuk menyusuri hukum-hukum internal yang meliputi semua fenomena-fenomena di permukaan tampak seperti kebetulan.

Engels,Sosialisme: Utopis dan Ilmiah Walaupun memiliki sisi mistis, filsafat Hegel telah menjelaskan hukum yang paling penting dalam dialektika: Kuantitas dan kualitas, kutub berlawanan yang saling merasuki, dan negasi dari negasi. Pandangan umum mengenai evolusi sebagai perkembangan yang damai, halus dan berkesinambungan adalah pandangan yang sepihak dan salah.

Efek kumulatif dari berbagai perubahan kecepatan molekul pada akhirnya menghasilkan suatu perubahan bentuk - kuantitas menjadi kualitas.

COMMUNIST MANIFESTO

Contoh-contoh lain bisa mudah didapatkan, dari seluruh cabang ilmu, dari sosiologi dan bahkan dari kehidupan sehari hari misalnya, titik di mana menambahkan garam ke dalam sup mengubahnya dari sesuatu yang lezat menjadi sesuatu yang tidak layak dimakan. Garis pengukuran nodal Hegel dan hukum transisi dari kuantitas menuju kualitas dan sebaliknya sangat penting tidak hanya untuk sains di mana, seperti hukum-hukum dialektika lainnya, digunakan secara tidak sadar oleh para ilmuwan yang bukan merupakan ahli dialektika yang sadar namun di atas segalanya dalam analisa sejarah, masyarakat, dan pergerakan kelas buruh.

Dialektika berusaha mengupas benang-benang, transisi, sebab dan akibat yang jumlahnya tak terhitung itu yang menjadi perekat alam semesta. Gerakan adalah mode keberadaan seluruh semesta yang material.

Energi dan benda tidak terpisahkan. Perkembangan dan perubahan terjadi melalui kontradiksi internal. Maka analisis dialektik berawal dari menelanjangi kontradiksi-kontradiksi internal ini melalui penyelidikan empiris yang kemudian menghasilkan perkembangan dan perubahan. Yang benar di suatu waktu dan konteks menjadi salah dalam waktu dan konteks lainnya: kebenaran dan kesalahan saling melewati satu sama lain. Semua teori itu relatif, yang menjelaskan satu sisi dari kenyataan. Awalnya mereka diasumsikan memiliki validitas dan aplikasi yang universal.

Namun pada suatu titik, kekurangan-kekurangan teori ini mulai disadari; mereka tidak bisa dipakai untuk segala situasi, pengecualian selalu ada. Ini harus bisa dijelaskan, dan pada suatu titik, teori-teori baru dikembangkan untuk menjelaskan pengecualian-pengecualian tersebut.

Kita bisa mengesampingkan kontradiksi hanya dengan menganggap obyek-obyek sebagai benda mati, yang statis dan ditempatkan secara terpisah dari satu sama lain, yaitu, secara metafisik. Namun begitu kita memahami hal-hal dalam pergerakan dan perubahan mereka, dalam kehidupan mereka, dalam saling ketergantungan dan interaksi mereka, kita menemukan serangkaian kontradiksi.

Gerakan itu sendiriadalah kontradiksi antara berada di suatu tempat dan ada di suatu tempat lain pada waktu yang sama. Transformasi terus-menerus juga terjadi di dunia alam organik; contohnya, sebuah batu yang terurai di bawah tekanan.

Oleh karena itu semua hal secara terus-menerus adalah dirinya sendiri dan adalah hal lain pada waktu yang sama. Maka, hasrat untuk menyingkirkan kontradiksi adalah hasrat untuk menyingkirkan kenyataan. Hukum negasi dari negasi berhubungan dengan kodrat perkembangan melalui serangkaian kontradiksi, yang tampaknya menganulir atau menegasikan suatu fakta, teori, atau bentuk keberadaan yang sebelumnya, yang kemudian pada gilirannya dinegasi.

Pergerakan, perubahan dan perkembangan oleh karenanya bergerak melalui serangkaian negasi-negasi yang tak terinterupsi. Walaupun begitu, negasi dalam artian dialektik tidaklah berarti peniadaan atau penghancuran semata, di mana tahapan yang sebelumnya dilampaui dan juga dilestarikan dalam waktu yang sama.

You might also like: BUKU KOMUNIKASI POLITIK PDF

Negasi, dalam artian ini, adalah aksi yang positif dan negatif. Tahap-tahap ini tidak hanya terdiferensiasi, mereka saling melengkapi dan tidak dapat saling dibandingkan. Namun aktivitas alami tanpa henti mereka membuat mereka di waktu yang sama menjadi momen-momen dalam kesatuan organik, di mana mereka tidak hanya saling mengkontradiksi, tetapi salah satu dari mereka sama niscaya dengan yang lain; dan keniscayaan yang setara dari semua momen adalah bagian dari kehidupan secara keseluruhan.

Sejarawan borjuis yang reaksioner telah mencoba untuk membuktikan bahwa sejarah hanyalah pengulangan tanpa makna, yang melaju dalam lingkaran tanpa akhir. Dialektika, sebaliknya, menemukan dalam pengulangan-pengulangan ini suatu perkembangan dari yang rendah ke tinggi, suatu evolusi di mana bentuk-bentuk yang sama dapat mengulangi dirinya sendiri, namun dalam tingkat yang lebih tinggi, yang diperkaya oleh perkembangan-perkembangan sebelumnya. Ini dapat dilihat paling jelas dari proses perkembangan gagasan-gagasan manusia.

Hegel telah menunjukkan bagaimana filsafat berkembang melalui serangkaian kontradiksi; suatu mazhab menegasikan yang lain, namun pada saat yang sama menyerap teori-teori yang lebih tua ke dalam sistem berpikirnya sendiri. Sama halnya dengan perkembangan sains. Namun, dalam proses eksperimen-eksperimen yang gagal ini, para alkemis rupanya menemukan fakta-fakta bernilai mengenai benda-benda kimia dan aparatus-aparatus eksperimen yang nantinya menjadi dasar kimia modern.

Namun, semua yang bernilai dan ilmiah dalam penemuan-penemuan alkimia telah diawetkan dalam ilmu kimia baru, yang menegaskan bahwa elemen-elemen itu tidak dapat diubah dari satu menjadi lainnya.

Abad ke telah menjadi saksi mata revolusi dalam sains dan teknik seiring penemuan fisika nuklir, di mana suatu elemen rupanya bisa diubah menjadi elemen lainnya. Pada kenyataannya di zaman modern hari ini secara teori timbal dapat diubah menjadi emas, namun proses itu akan menjadi terlalu mahal untuk dijustifikasi secara ekonomi. Maka proses ini tampaknya sudah menjadi suatu lingkaran: a Transmutasi elemen b Non-transmutasi elemen c Transmutasi elemen.

Namun pengulangan ini hanya tampak di permukaan saja. Kenyataannya, sains modern, yang bisa dibilang telah kembali pada ide-ide ahli alkimia kuno, mencakup di dalamnya seluruh penemuan-penemuan besar dari sains abad ke dan abad ke Satu generasi berdiri di pundak generasi sebelumnya. Bagi seorang Marxis peristiwa ini adalah kecelakaan sejarah, dalam artian kejadian ini hadir sebagai dalih, atau katalis, bagi konflik dunia yang sudah tidak bisa dielakkan karena kontradiksi-kontradiksi ekonomi, politik dan militer dari imperialisme.

Jika peluru si pembunuh meleset, atau jika si Putra Mahkota tidak pernah dilahirkan, perang tersebut tetap akan meledak, atas alasan diplomatis lainnya. Semua hal yang eksis, eksis karena keniscayaan. Namun, pada saat yang sama, semua hal yang eksis sama-sama telah ditakdirkan untuk tiada, untuk diubah menjadi suatu hal yang lain.

Semua hal mendapatkan lawannya yang ditakdirkan untuk melampaui dan menegasikannya. Ini benar bagi tiap-tiap makhluk hidupdan juga masyarakat.

Perbudakan, pada masanya, merepresentasikan suatu loncatan besar melampaui barbarisme. Perbudakan merupakan tahap yang diperlukan dalam perkembangan tenaga produksi, kebudayaan, dan masyarakat.

Hegel,Filsafat Sejarah Sama halnya kapitalisme juga merupakan suatu tahap yang niscaya dan progresif dalam masyarakat.

Similar files:


Copyright © 2019 ruthenpress.info. All rights reserved.
DMCA |Contact Us